Rabu, 03 Desember 2008

Pria Jomblo itu,,,

Beberapa waktu yang lalu sebuah pesan pendek masuk ke dalam posel saya. Ternyata dari seorang kawan lama yang sedang sibuk membuka singkapan tanah di pedalaman Borneo, mengabarkan bahwa dalam waktu dekat akan berkunjung ke tempat saya berkatifitas selama dua minggu untuk pelatihan. Kamipun sepakat membuat janji temu.
Sore itu setelah hujan mengguyur Jakarta, dari tempat saya beraktifitas saya segera menuju di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Semanggi. Karena dy sedang mencari ponsel yang lebih stylish, lebih lengkap fiturnya, bisa untuk berselancar dan Global Positioning System, memory yang lumayan dan lain lain dan lain lain,,kamipun berangkat menuju daerah Kuningan. Hanya itu tempat yang bisa saya rekomendasikan. Walalupun seharusnya ada kawasan lain yang lebih lengkap untuk mencari apa yang dy butuhkan.
Setelah lirik sana dan lirik sini,,tawar sana dan tawar sini,,ponsel yang dy inginkan tidak ada. Pihak penjual mengatakan barang itu langka, karena memang peminatnya kurang banyak dan nantipun jika sudah terbeli untuk menjualnya lumayan susah. Akhirnya kami memutuskan untuk makan sambil menyusun rencana baru untuk janji temu berikutnya dan pulang. Ada satu perilaku dy yang sempat saya amati petang itu, dy selalu berjalan di depan saya kemudian berdiri mematung menunggu saya menyamakan langkah,,tetapi kemudian berjalan lagi mendahului saya,,
Malamya saat dy mengabarkan bahwa sudah sampai di tempat dy bermalam, mulut usil saya bertanya
Saya : Erm mau nanya sesuatu dong,,
Dy : apaan? Tanya saja,,
Saya : Kamu jomblo yah,,?
Dy : Tertawa,,tergelak,,
: He eh,,dah lama ny ,,cariin dong,,
: Koq tau sih?
Saya : Tertawa,,tergelak juga,,
: Berdasarkan apa yang kita lakukan sore tadi, dan hipotesa yang saya buat
:priajomblo itu selalu berjalan lebih cepat,,cenderung duluan,,
:tertawa lagi,,

Dan pengalaman itu beberapa minggu yang lalu terulang lagi sepulang saya mengikuti sebuah perhelatan di bilangan Thamrin. Seorang teman dari jejaring maya melakukan hal yang sama,,dan pada saat saya menyapa dy dari sebuah kubus maya (istilah Mba’ Atta ) dan bertanya perihal hipotesa tersebut ternyata dy meng-amini, Naluri peneliti saya ternyata masih bergejolak hehe
Jadi,,nanti kalau kalian jalan dengan seorang pria dan dy berpotensi, tetapi berjalan lebih cepat atu mendahului,,jangan sedih,,flirting saja,,,
90 % he’s single,,,!;)

9 komentar:

gerrilya mengatakan...

wahaha...begitu ya...?(belajar jaln pelan2 biar nggak ketauan jomblo...)

Diajeng Rie mengatakan...

gerrilya : tapi jangan sepelan siput yah,,ntar dikira kurang gizi hehe

aziz mengatakan...

wah saya jomblo tuh...

tp g seperti yg anda bilang...

he he he he...

Diajeng Rie mengatakan...

aziz : wah padahal survey nya sudah melibatkan tujuhbelas sekian orang loh,,mungkin anda termasuk pencilan hwehehe,,

Billy Koesoemadinata mengatakan...

hmm... jomblo? emang gitu ya? ga juga ah.. --> udah kehilangan rasa jomblo semenjak (hampir) 5 tahun yang lalu :P

Billy K.
iamthebilly.wordpress.com

aprian mengatakan...

Tapi gue lebih suka jalan dibelakang mah heheheeh ... :D

Diajeng Rie mengatakan...

Billy : hehe,,kayakna sih gitu,,benerrr,,
akhirna ada yg ngaku jomblo juga,,

aprian: buat lo kayakna pencilan deh,,hehe

Billy mengatakan...

gak setuju...
kalo cowo Jepang gimana tuh kan jalannya pada cepet semua :P
kakek2 jomblo mana mungkin jalannya cepet? :P hehehe
alasan yg gak jomblo jalannya ga cepet lagi soalnya pasti bete temenin belanja, bete ngankutin barang belanjaan, bete dorongin cradle hahahah...

Diajeng Rie mengatakan...

Billy : kalo orang Jepang kan memang workaholic,,kejar setoran pula,,
erm,nice analogi,,bisa buat riset selanjutnya, alasan pria jomblo jalan nya pelan,,hehe